LEADERSHIP CAMP 2018

Kamis, 30-31 Agustus 2018 bertempat di Bumi Perkemahan Situ Gintung Ciputat Tangerang Selatan, sekolah mengadakan kegiatan Kepramukaan yaitu Leadership Camp 2018. Kegiatan ini bermaksud untuk memberikan pengajaran kepemimpinan yang baik, adil dan bijaksana. Melalui beberapa game dan kegiatan yang dikemas sedemikian rupa sehingga harapannya akan berkenan dan menjadi pengalaman tersendiri bagi anak-anak. Melatih kemandirian, kepercayaan diri dan menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri adalah tajuk yang ingin dilihat terjadi pada diri peserta leadership camp tahun ini. Anak-anak terlihat sangat antusias dalam mengikuti setiap kegiatan yang dipandu oleh Tim kepanduan. Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak untuk keikut sertaan dan dukungannya dalam kegiatan ini.Salam Pramuka dan salam Budi Luhur!

PEDULI GEMPA LOMBOK 2018

NTB adalah wilayah yang terkenal dengan keindahan pulaunya dan daya tarik wisatanya yang berkelas dunia, namun guncangan gempa berturut-turut hingga ratusan kali telah meluluh lantakan keindahan alamnya. Jatuhnya korban jiwa dan harta benda yang tidak sedikit membuat hati kita tersentuh dan ikut merasakan kesedihan yang dialami saudara kita yang disana. Dan dalam kondisi tanggap darurat, kami siswa dari sekolah Budi Luhur ikut serta dalam penggalangan dana kemanusiaan untuk disalurkan ke lombok. Dan jumlah dana yang terkumpul R8.341.400,-(delan juta tiga ratus empat puluh satu ribu empat ratus rupiah). Terima kasih untuk siswa dan orang tua yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut. Semoga bermanfaat bagi saudara-saudara kita di NTB Lombok. Salam Budi Luhur!

HUT RI KE 73

Tepatnya Senin, 20 Agustus 2018 Sekolah Budi Luhur Pondok Aren mengadakan ekgiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 73. Berbeda dalam Bahasa, Budaya, Wilayah dan banyak hal lainnya yang tercipta berbeda yang patut disyukuri dan dilestarikan namun NKRI harga mati yang tidak boleh terpecah, harus kompak dan senantiasa bekerjasama. Inilah yang hendak ditampilkan dalam berbagai lomba yang memerlukan kerjasama, kekompakan untuk meraih yang terbaik.

Setelah upacara penaikan bendera, semua siswa menuju Hall untuk melakukan kegiatan lomba. Dimulai dengan kegiatan lomba PG TK dan dilanjutkan dengan Lower level kemudian disiang harinya dilanjutkan dengan Upper Level. Lomba yang diadakan antara lain : 1. Berantai dalam kelompok untuk memindahkan gelang karet hingga finish. 2. Memidahkan bola diatas kepala dengan membelakangi penerima bola yang juga diatas kepala menggunakan piring kertas, berantai hingga finish. 3. Memasukkan paku yang diikat benang bersama-sama dengan anggota kelompok. 4. Memindahkan kelereng dengan sendok secara berantai hingga finish.

Semua kegiatan sengaja dikaitkan dengan kegiatan Pilar Kebudiluhuran antara lain : Percaya diri, pantang menyerah dan kerjasama. Bukan hanya memperoleh kegembiraan juga memperoleh pembelajaran. Semangat untuk para peserta lomba dan Bravo semua. Salam Budi Luhur!.

POD (Parents Orientation Day)

Sabtu, 7 Juli 2018, Sekolah mengadakan POD atau Parents Orientation Day. Ini merupakan kegiatan tahunan sebagai sarana untuk menyamakan persepsi dan membangun komunikasi positif antara orang tua sebagai wali murid dan sekolah sebagai pengemban amanah dalam pendidikan peserta didiknya. Ada hal baru yang disampaikan yaitu terkait rencana pembelajaran dengan menggunakan media perangkat elektronik atau Learning Device. Maksud dan tujuan disampaikan pembelajaran dengan Learning Device ini jauh hari agar orang tua dan siswa dapat mempersiapkan segala sesuatunya terkait pelaksanaannya nanti. Juga disampaikan tentang kebijakan sekolah Adiwiyata dan Sekolah KURASAKI. Sekolah adiwiyata adalah sekolah yang berbasis lingkungan dengan ikut serta dalam pengelolaan lingkungan yang ramah dan hijau sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian bumi tempat kita bernaung. No Styrofoam and Plastic adalah tagline dalam ikut serta menjaga bumi. Kurangi sampah sekolah kita adalah program kepedulian sekolah dalam rangka mengurangi sampah lingkungan dengan tidak menyediakan tempat sampah yang tujuannya untuk setiap warga sekolah menjaga untuk tidak menjadi penyebab timbulnya sampah. Langkah ringannya adalah dengan membawa botol minum sendiri. Semoga ini menjadi pemikiran bersama dalam membangun generasi yang peduli lingkungan, cerdas berkarakter kebudiluhuran. Salam Budi Luhur.

Imlek Celebration 2014

Monday, 3rd February 2014

Gong Xie Fat Coi

As we celebrated the Chinese New Year, our school invited a Barongsai (Lion Dance) to SMA Budi Luhur. Students came to watch and enjoy the colourful performance.

Lion Dance

Lion dance (simplified Chinese舞狮traditional Chinese舞獅pinyinwǔshī) is a form of traditional dance in Chinese culture and other Asian countries, in which performers mimic a lion’s movements in a lion costume. The lion dance is usually performed during theChinese New Year and other Chinese traditional, cultural and religious festivals. It may also be performed at many other important occasions such as business opening events, special celebrations or wedding ceremonies, or may be used to honour special guests by the Chinese communities.

The Chinese lion dance is often mistakenly referred to as dragon dance. An easy way to tell the difference is that a lion is normally operated by two dancers, while a dragon needs many people. Also, in a lion dance, the performers’ faces are only seen occasionally, since they are inside the lion. In a dragon dance, the performers’ faces can be easily seen since the dragon is held on poles. Basic Chinese lion dance fundamental movements can be found in most Chinese martial arts.

There are two main forms of the Chinese lion dance, the Northern Lion and the Southern Lion. Both forms are commonly found in China, but around the world especially in South East Asia the Southern Lion predominates as it was spread by the Chinese diasporacommunities who are historically mostly of Southern Chinese origin. Versions of the lion dance are also found in JapanKorea,Vietnam, and Tibet. Another form of lion dance exists in Indonesian culture, but this is of a different tradition and may be referred to as Singa Barong. – (source: Wikipedia)